Bebaskan Diri dari Mindset yang Salah
Mindset yang salah seringkali muncul, tidak terkecuali dalam hidup sehat
dan bugar.
"Saya sudah 40 tahun, apakah saya masih bisa kurus?"
"Badan saya dulu pernah bagus, tapi karena cedera jadi berhenti dan
gemuk seperti sekarang."
"Saya takut olahraga, karena katanya kalau berhenti bisa tambah
gemuk."
"Saya merokok untuk jaga berat badan jangan sampai gemuk."
Ungkapan di atas hanyalah beberapa contoh mindset yang salah tentang
kebugaran. Dan mindset salah tersebut telah menjadi pembatas / penghalang yang
begitu dominan, hingga banyak yang akhirnya tidak pernah memulai hidup sehat.
Padahal kalau kita berikan diri kita waktu untuk merenungkan sedikit
lebih bijak, mindset salah tersebut tidak nyata, hanyalah karangan semu yang
dibuat oleh pikiran kita. <span>Hidup ini penuh pilihan, dan adalah
kebebasan kita untuk membuat pilihan. </span>
Memilihlah untuk menjadi TUAN bagi pikiran
positif yang menggerak sukma daripada menjadi BUDAK bagi pikiran negatif yang
membatasi hidup.
Lalu apa yang salah? Mungkin dari strategi menjalankan dietnya yang
masih belum optimal, beberapa di antaranya adalah:
Diet 1 Jenis Makanan
Diet ini dipastikan membuat tubuh kita lemas, karena cita rasa dan
suplai vitamin & mineral yang monoton. Tubuh manusia membutuhkan lebih dari
1 jenis makanan untuk bisa bertahan hidup secara sehat. Kalaupun terjadi
penurunan, penurunan tersebut berasal dari penurunan bobot murni (otot, tulang,
dan air) sementara bobot lemak kemungkinan besar tidak berubah sama sekali.
Merokok Sebagai Upaya Mencegah Gemuk
Kegemukan memang akan menimbulkan berbagai masalah, seperti jantung,
stroke, kolesterol, dan diabetes. Namun, <span>mencegah kegemukan dengan
merokok ibarat keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buay</span>a,
karena merokok sudah jelas mengakibatkan timbulnya 5 jenis kanker, serangan
jantung, stroke, impotensi.
Mengurangi Frekuensi Makan
Adalah pendekatan yang cukup logis, tetapi kembali lagi kemungkinan
besar tidak bertahan lama karena mengakibatkan berkurangnya asupan gizi, baik
vitamin, mineral, maupun kalori dari nutrisi penting seperti karbohidrat,
lemak, dan protein. Di samping itu, mengurangi frekuensi makan justru akan
mengakibatkan nafsu makan sulit dikendalikan.
Kuncinya adalah mengatur pola makan dengan
gizi seimbang, sedikit tapi sering dengan jadwal yang teratur. Selain
mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan, sama pentingnya bagi kita untuk
mengurangi konsumsi makanan yang merugikan kesehatan.
Solusi Mengatasi Kegemukan
Penulis : Ade Rai (
Profil Penulis )
Selasa, 02-November-2010

Banyak yang mencari solusi untuk mengatasi kegemukan dengan
produk-produk pelangsingan. Padahal kalau disikapi dengan bijak, solusi
mengatasi kegemukan ada dari dalam diri sendiri.
Adalah diri sendiri yang membuat pertimbangan untuk mengutamakan kerja
daripada meluangkan waktu 3x1 jam untuk olahraga, padahal kerja sudah 8 jam
sehari atau 40 jam seminggu. Adalah diri sendiri yang memilih untuk
mementingkan makan yang enak (tapi kurang sehat) dan kenyang ketimbang makan
yang enak (tapi sehat) dan kenyang.
Berarti adalah diri sendiri jugalah yang memutuskan untuk bergerak
menghentikan pola-pola destruktif tersebut, dan menggantinya dengan pola
konstruktif yang baru. Adalah diri sendiri pulalah yang menjalankan, mengalami,
dan memutuskan untuk bertahan dengan pola konstruktif yang baru hingga akhirnya
menjadi kebiasaan. Dan adalah diri sendiri juga yang akan menderita dari pola
lama atau menikmati manfaat dari pola baru.
Faktor luar yang bisa membantu hanyalah dorongan motivasi dan informasi
yang membantu memperbarui mindset. Sisanya adalah tergantung diri kita
sendiri.
No comments:
Post a Comment