Banner

Sunday, 5 February 2012


Bebaskan Diri dari Mindset yang Salah

Mindset yang salah seringkali muncul, tidak terkecuali dalam hidup sehat dan bugar.

"Saya sudah 40 tahun, apakah saya masih bisa kurus?"
"Badan saya dulu pernah bagus, tapi karena cedera jadi berhenti dan gemuk seperti sekarang."
"Saya takut olahraga, karena katanya kalau berhenti bisa tambah gemuk."
"Saya merokok untuk jaga berat badan jangan sampai gemuk."

Ungkapan di atas hanyalah beberapa contoh mindset yang salah tentang kebugaran. Dan mindset salah tersebut telah menjadi pembatas / penghalang yang begitu dominan, hingga banyak yang akhirnya tidak pernah memulai hidup sehat.
Padahal kalau kita berikan diri kita waktu untuk merenungkan sedikit lebih bijak, mindset salah tersebut tidak nyata, hanyalah karangan semu yang dibuat oleh pikiran kita. <span>Hidup ini penuh pilihan, dan adalah kebebasan kita untuk membuat pilihan. </span>
Memilihlah untuk menjadi TUAN bagi pikiran positif yang menggerak sukma daripada menjadi BUDAK bagi pikiran negatif yang membatasi hidup.



Lalu apa yang salah? Mungkin dari strategi menjalankan dietnya yang masih belum optimal, beberapa di antaranya adalah:

Diet 1 Jenis Makanan
Diet ini dipastikan membuat tubuh kita lemas, karena cita rasa dan suplai vitamin & mineral yang monoton. Tubuh manusia membutuhkan lebih dari 1 jenis makanan untuk bisa bertahan hidup secara sehat. Kalaupun terjadi penurunan, penurunan tersebut berasal dari penurunan bobot murni (otot, tulang, dan air) sementara bobot lemak kemungkinan besar tidak berubah sama sekali.
Merokok Sebagai Upaya Mencegah Gemuk
Kegemukan memang akan menimbulkan berbagai masalah, seperti jantung, stroke, kolesterol, dan diabetes. Namun, <span>mencegah kegemukan dengan merokok ibarat keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buay</span>a, karena merokok sudah jelas mengakibatkan timbulnya 5 jenis kanker, serangan jantung, stroke, impotensi.

Mengurangi Frekuensi Makan
Adalah pendekatan yang cukup logis, tetapi kembali lagi kemungkinan besar tidak bertahan lama karena mengakibatkan berkurangnya asupan gizi, baik vitamin, mineral, maupun kalori dari nutrisi penting seperti karbohidrat, lemak, dan protein. Di samping itu, mengurangi frekuensi makan justru akan mengakibatkan nafsu makan sulit dikendalikan.
Kuncinya adalah mengatur pola makan dengan gizi seimbang, sedikit tapi sering dengan jadwal yang teratur. Selain mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan, sama pentingnya bagi kita untuk mengurangi konsumsi makanan yang merugikan kesehatan.

Solusi Mengatasi Kegemukan
Penulis : Ade Rai ( Profil Penulis )
Selasa, 02-November-2010

http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/179242_141506629241907_134089983316905_241858_7314399_a.jpg
Banyak yang mencari solusi untuk mengatasi kegemukan dengan produk-produk pelangsingan. Padahal kalau disikapi dengan bijak, solusi mengatasi kegemukan ada dari dalam diri sendiri.

Adalah diri sendiri yang membuat pertimbangan untuk mengutamakan kerja daripada meluangkan waktu 3x1 jam untuk olahraga, padahal kerja sudah 8 jam sehari atau 40 jam seminggu. Adalah diri sendiri yang memilih untuk mementingkan makan yang enak (tapi kurang sehat) dan kenyang ketimbang makan yang enak (tapi sehat) dan kenyang.

Berarti adalah diri sendiri jugalah yang memutuskan untuk bergerak menghentikan pola-pola destruktif tersebut, dan menggantinya dengan pola konstruktif yang baru. Adalah diri sendiri pulalah yang menjalankan, mengalami, dan memutuskan untuk bertahan dengan pola konstruktif yang baru hingga akhirnya menjadi kebiasaan. Dan adalah diri sendiri juga yang akan menderita dari pola lama atau menikmati manfaat dari pola baru.

Faktor luar yang bisa membantu hanyalah dorongan motivasi dan informasi yang membantu memperbarui mindset. Sisanya adalah tergantung diri kita sendiri.

No comments:

Post a Comment